A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

PLT. GUBERNUR ACEH BUKA JAMBORE PENYULUH PERTANIAN PROVINSI ACEH KE 2 DI MEULABOH

Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT membuka secara resmi Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Provinsi Aceh ke 2 yang diikuti 3.000 peserta yang berlangsung di Gedung Olah Raga dan Seni (GOS) Kecamatan Meureubo Meulaboh, Minggu (4/11/2018).

Pembukaan Jambore Penyuluh Tingkat Provinsi Aceh ke 2 yang mengambil tema “Melalui Jambore Penyuluh Pertanian Kita Tingkatkan Optimalisasi, Inovasi dan Mekanisasi Menuju Aceh Hebat” tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS, Wakil Bupati Aceh Barat H. Banta Puteh Syam, Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Pusat yang juga Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmono, Ketua KTNA Pusat Winarno Tohir, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Anggota DPRA Iskandar Daod, Bupati Pidie Roni Ahmad, Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim, Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, Mantan Bupati Kampar Jefri Noer serta unsur Forkompinda Aceh dan Forkopimda Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Jambore Penyuluh Pertanian Provinsi Aceh ke 2 di Aceh Barat. H. Ramli MS mengatakan bahwa Pemkab Aceh Barat sangat kekurangan anggaran untuk memajukan pertanian di daerahnya.
"Insya Allah apabila anggaran dana otsus ditambah untuk Aceh Barat, saya akan menganggarkan 30% dana otsus tersebut untuk kemajuan pertanian di Aceh Barat, kata Ramli MS.
Ramli MS juga berharap nantinya ada perwakilan dari PERHPTANI yang menjadi Menteri, sehingga dapat memperbaiki nasib para penyuluh pertanian di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Pusat yang juga Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si dalam sambutannya mengatakan bangga dan bahagia sekaligus iri karena melihat kegiatan penyuluhan di Aceh sangat maju dan berkembang, beda dengan di daerahnya Kalimantan Timur yang kegiatan penyuluhan pertaniannya sepi.
"Saya hadir di pembukaan jambore bukan sebagai Gubernur Kalimantan Timur tetapi sebagai penyuluh pertanian, kata Irsan Noor yang diikuti tepuk tangan peserta jambore semu.

Isran Noor menambahkan bahwa pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian adalah pekerjaannya sampai mati, beda pekerjaannya sebagai Gubernur yang hanya 5 tahun.
Irsan noor menambahkan penyuluh pertanian punya tanggung jawab untuk merubah pola perilaku dalam antisipasi kebutuhan pangan beras, "penyuluh pertanian tidak usah kecewa karena ada impor beras karena penyuluh pertanian sudah sangat berjasa dalam memajukan pertanian, tahun 1984 Indonesia pernah swasembada beras karena hasil jasa Penyuluh pertanian" ujar Irsan Noor. Irsan Noor sangat memahami apa yang dirasakan penyuluh pertanian sekarang, karena masih banyak penyuluh yang belum diangkat menjadi PNS karena faktor umur yang sudah melebihi 35 tahun, dirinya pernah berbicara dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara saat itu Azwar Abubakar agar mengangkat honorer Penyuluh pertanian dan alhamdulilah sekarang sudah terkabulkan dengan diangkatnya ribuan tenaga penyuluh pertanian beberap waktu yang lalu, dan Tunjungan penyuluh dinaikka 60 persen.

Irsan noor mengajak kepada para penyuluh untuk tetap bekerja walaupun tidak dipuja, dia mengajak penyuluh pertanian di Aceh harus bersyukur karena Pemerintah Aceh sangat peduli kepada pertanian secara umum dan penyuluh secara khusus, Insya Allah anggaran pertanian akan dinaikkan oleh Gubernur Aceh.

Terakhir Irsan noor berpesan agar jangan menggunakan organisasi PERHPTANI untuk kepentingan politik karena PERHIPTANI adalah murni untuk kepentingan Masyarakat.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmono mengatakan sangat bangga dan bahagia dengan diselenggarakan Jambore Penyuluh Pertanian Provinsi Aceh, karena Jambore Tingkat Nasional terakhir dilaksaanakan 7 tahun lalu, sedangkan di Aceh dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, "ini merupakan sentilan bagi kami di pusat agar jambore penyuluh pertanian nasional segera dilaksanakan kembali, dan saya sangat yakin Penyuluh Pertanian akan menjadi garda terdepan untuk meningkatkan pertanian di Indonesia" kata Momon. Momon mengajak penyuluh pertanian untuk meningkatkan kinerja, memperkuat balai penyuluh kecamatan, menumbuh kembangkan penyuluh swadaya dan menumbuh kembangkan ekonomi petani.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya mengatakan dirinya merasa amat berbangga sekaligus berbahagia, dapat bertemu dan bertatap muka dengan pejuang pertanian Aceh, para penyuluh pertanianyang tersebar di 23 Kabupaten/Kota, yang juga mewakili dari 832.229 KK.
"Pemerintah Aceh giat mewujudkan kedaulatan pangan dalam bentuk cadangan pangan pemerintah berupa persediaan beras 250 ton setiap tahunnya di gudang bulog, serta cadangan pangan masyarakat berupa pengisian 145 lumbung pangan milik masyarakat oleh Dinas Pangan Aceh masing-masing" kata Nova Iriansyah.

Nova juga berpesan kepada para Penyuluh pertanian, agar jangan hanya terpaku pada peningkatan produksi. Penyuluh pertanian masih dituntut untuk meningkatkan perannya dalam mengembangkan dan memberdayakan para petani, meningkatkan akses sosial yang dapat memberikan informasi pasar dan teknologi, dan dapat menghasilkan produk yang bermutu serta mampu mengembangkan diri untuk menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri. Nova berharap, melalui Jambore Penyuluh Pertanian ini, semangat dan upaya mewujudkan hal tersebut dapat segera direalisasikan. Nova juga mengharapkan agar penyuluh pertanian tidak henti hentinya untuk selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kerja untuk memberikan layanan yang prima kepada para petani

Pembukaan Jambore Penyuluh Pertanian tersebut ditandai dengan pemukulan gendang oleh para pejabat yang hadir.
Pada kesempatan tersebut Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan penghargaan kepada para penyuluh pertanian berprestasi di Provinsi Aceh, penghargaan yang diberikan berupa Handpone dan Laptop. Plt. Gubernur Aceh juga memberikan hadiah kepada pemenang lomba inovasi pembenihan tanaman pangan se Aceh berupa paket umrah senilai Rp.25 Juta untuk juara I, uang pembinaan Rp.18 juta untuk juara II, uang Rp.10 Juta untuk juara III, dan hadiah mobil untuk juara utama. (RN)